Kerangka Konseptual Penelitian Disertasi

OPTIMASI NILAI PARAMETER ALGORITMA KOMPRESI HIERARKIS TRAJEKTORI AUTOMATIC IDENTIFICATION SYSTEM (AIS) DENGAN PENDEKATAN SHIP-AWARE

oleh :

Afif Zuhri Arfianto

πŸ”΄ RESEARCH PROBLEMS β€” Identifikasi Research Gap
RP1
Volume Data Masif & Duplikasi
  • 18.196 kapal Γ— 52,4 juta pesan/hari
  • Duplikasi sinyal 2–5Γ— (multi-Tersus)
  • Beban bandwidth & storage tinggi
  • Tidak ada filter/deduplication di edge
RP2
Parameter Stay Detection Manual
  • vT, chT, Ο‰, R, DT ditentukan manual
  • Berbasis literatur & trial-and-error
  • Tidak ada optimasi formal/otomatis
  • Diterapkan global untuk semua kapal
RP3
Tidak Ship-Aware
  • Parameter seragam semua tipe kapal
  • Mis-klasifikasi stay region
  • Kapal tug/fishing sering keliru dideteksi
  • Heterogenitas perilaku kapal diabaikan
RP4
Tidak Ada Model Generalisasi
  • Belum ada pemetaan fitur kapal/wilayah
  • Tidak adaptif ke perairan baru (Indonesia)
  • Butuh re-tuning manual tiap dataset
  • Menghambat adopsi sistem nasional
↓
🟠 PERMASALAHAN UTAMA (Ringkasan Konteks)
1
Volume Data AIS Besar
  • Big data dari ribuan kapal
  • Transmisi kontinu real-time
  • Beban bandwidth tinggi
  • Kebutuhan penyimpanan masif
2
Redundansi Trajektori
  • Duplikasi sinyal multi-stasiun
  • Informasi redundan tinggi
  • Noise dan error data
  • Efisiensi rendah
3
Parameter Manual & Global
  • Parameter stay detection manual
  • Tidak ship-aware (semua kapal sama)
  • Tidak adaptif per wilayah
  • Suboptimal untuk heterogenitas kapal
↓
🟒 KONSTRUK SOLUSI (Novelty)
A
Optimasi Data-Driven
RQ1 β†’ H1 β†’ Novelty 1
Otomasi pemilihan parameter stay detection (vT, chT, Ο‰, R, DT) dengan fungsi objektif multi-metrik:

f(ΞΈ) = w₁·ACR βˆ’ wβ‚‚Β·AMSED βˆ’ w₃·AMSE βˆ’ wβ‚„Β·AMCE
B
Personalisasi Ship-Aware
RQ2 β†’ H2 β†’ Novelty 2
Parameter adaptif per tipe kapal:
  • Cargo / Tanker
  • Passenger
  • Tug / Fishing
Sesuai pola kecepatan, manuver, stay behavior
C
Model Adaptif Lintas Wilayah
RQ3 β†’ H3 β†’ Novelty 3
Pemetaan fitur kapal + konteks wilayah β†’ parameter optimal:
  • Fitur statis: tipe, panjang, draft
  • Fitur dinamis: SOG, COG
  • Konteks: kepadatan, geografis
↓
🟑 PROSES OPTIMASI
1
Deteksi Stay Region
Parameter kunci:
  • vT: Threshold kecepatan
  • chT: Threshold COG-heading
  • Ο‰: Window waktu
  • R: Radius spasial
  • DT: Density threshold
2
Framework Edge Computing
  • Pre-processing di edge
  • Kompresi hierarkis (DWT + TDF)
  • Adaptive multi-attribute compression
  • Transmisi data terkompresi ke cloud
3
Ekstraksi Fitur
Fitur yang diekstrak:
  • Durasi stay (Ξ΄stay)
  • Radius wilayah stay (Rstay)
  • Total stay duration
  • Pola kecepatan & manuver
↓
πŸ”΅ OUTPUT (Hasil Langsung)
O1
Parameter Optimal
Konfigurasi parameter terbaik untuk setiap tipe kapal dan wilayah
Target: ACR β‰₯ 85%
O2
Model Adaptif
Model machine learning untuk prediksi parameter optimal di wilayah baru
Target: RΒ² β‰₯ 0.8
O3
Peningkatan Kinerja Kompresi
  • ACR: Average Compression Ratio
  • AMSED: ≀ 40m
  • AMSE: ≀ 0.5 knot
  • AMCE: ≀ 5Β°
  • F1-score: +10% untuk tug/fishing
↓
🟣 OUTCOME (Dampak Akhir)
βœ“
Efisiensi Pengelolaan Data
  • Pengurangan beban transmisi data
  • Penurunan penggunaan bandwidth
  • Optimasi kapasitas penyimpanan cloud
βœ“
Akurasi & Fidelitas
  • Preserve informasi semantik krusial
  • Maintain trajectory fidelity
  • Kemampuan deteksi anomali terjaga
βœ“
Implementasi Praktis
  • Siap integrasi sistem Imotion-Tersus
  • Edge-ready prototype
  • Dukungan Maritime Domain Awareness Indonesia
Research Problems β€” Research Gap
Permasalahan β€” Konteks masalah
Solusi β€” Konstruk novelty
Proses β€” Mekanisme optimasi
Output β€” Hasil langsung
Outcome β€” Dampak akhir

⚠️ Research Gap β€” Dasar Identifikasi Masalah

Keempat research problem berikut teridentifikasi dari kajian literatur terhadap framework kompresi hierarkis trajektori AIS (Chen & Pi, 2025) dan ekosistem data AIS Indonesia (Imotion/Tersus). Setiap RP secara langsung memotivasi satu atau lebih Research Question (RQ).

RP1 Volume Data Masif & Duplikasi Sinyal

  • 18.196 kapal aktif di perairan Indonesia mengirim data AIS setiap 3–180 detik
  • Total estimasi: 52,4 juta pesan/hari (~19,1 miliar/tahun)
  • Satu kapal bisa diterima 2–5 Tersus sekaligus β†’ duplikasi data 2–5Γ— lipat
  • Tidak ada mekanisme deduplication atau filter di sisi edge (Tersus)
  • Mengakibatkan beban bandwidth, storage petabyte-scale, dan biaya cloud tinggi
β†’ Memotivasi RQ1 & RQ3

RP2 Parameter Stay Detection Manual & Global

  • Lima parameter kunci β€” vT, chT, Ο‰, R, DT β€” ditentukan secara manual
  • Berdasarkan kombinasi literatur, pengalaman pelaut, dan trial-and-error empiris
  • Diterapkan secara global: satu set parameter untuk semua kapal & wilayah
  • Tidak ada mekanisme optimasi formal atau fungsi objektif yang sistematis
  • Hasil kompresi sub-optimal karena tidak mempertimbangkan variasi trajektori
Research Gap Utama β†’ Memotivasi RQ1

RP3 Tidak Ship-Aware (Heterogenitas Kapal Diabaikan)

  • Perilaku trajektori sangat berbeda per tipe: cargo, tanker, tug, passenger, fishing
  • Kapal tug & fishing: kecepatan lambat, manuver sering β†’ sering mis-klasifikasi sebagai stay
  • Kapal cargo/tanker: lintasan lurus, jarang berhenti β†’ under-compressed
  • Parameter vT, chT, Ο‰, R, DT tidak dibedakan per tipe kapal
  • Mengakibatkan penurunan F1-score deteksi stay region pada tipe kompleks
Research Gap Utama β†’ Memotivasi RQ2

RP4 Tidak Ada Model Generalisasi Lintas Wilayah

  • Tidak ada pemetaan eksplisit dari fitur kapal/wilayah ke konfigurasi parameter
  • Informasi statis AIS (tipe kapal, panjang, draft) tersedia namun belum dimanfaatkan
  • Adaptasi ke wilayah baru (perairan Indonesia) membutuhkan re-tuning manual
  • Menghambat adopsi luas sistem kompresi di ekosistem Imotion-Tersus nasional
  • Ketergantungan pada parameter global yang di-tuning di satu dataset saja
Research Gap Utama β†’ Memotivasi RQ3

Peta Hubungan Research Problem β†’ Research Question β†’ Novelty

RP1 + RP2
↓
RQ1
Optimasi data-driven parameter stay detection
↓
Novelty 1
RP3
↓
RQ2
Personalisasi ship-aware per tipe kapal
↓
Novelty 2
RP4
↓
RQ3
Model generalisasi lintas wilayah Indonesia
↓
Novelty 3

❓ RQ1: Optimasi Data-Driven

Bagaimana merancang mekanisme pemilihan parameter stay detection (vT, chT, Ο‰, R, DT) yang bersifat data-driven sehingga tidak lagi bergantung pada penentuan manual, tetapi dioptimalkan secara sistematis untuk menyeimbangkan antara compression rate dan error semantik trajektori AIS?

Motivasi: RP1 + RP2
Target: ACR ↑20%, AMSED ↓15%

❓ RQ2: Personalisasi Ship-Aware

Bagaimana mempersonalisasi parameter stay detection berdasarkan tipe kapal (cargo, tanker, tug, passenger, fishing) agar konfigurasi parameter yang digunakan lebih sesuai dengan pola kecepatan, manuver, dan perilaku stay masing-masing tipe, serta menghasilkan peningkatan kualitas kompresi dibandingkan pendekatan parameter global yang seragam?

Motivasi: RP3
Target: F1-score ↑10% (fishing/tug)

❓ RQ3: Adaptasi Lintas Wilayah

Bagaimana mengembangkan model yang memetakan fitur kapal dan karakteristik wilayah pelayaran ke kombinasi parameter stay detection yang adaptif, serta mengevaluasi kemampuan generalisasinya ketika metode diterapkan pada wilayah baru seperti perairan Indonesia, dibandingkan dengan konfigurasi parameter yang dioptimalkan secara global?

Motivasi: RP4
Target: ACR drop <10%, RΒ² β‰₯ 0.8

πŸ“‹ H1: Optimasi Data-Driven β†’ Kompresi Lebih Baik

Hipotesis: Optimasi data-driven parameter stay region (vT, chT, Ο‰, R, DT) menghasilkan kompresi lebih baik tanpa kehilangan semantik dibandingkan parameter manual global.


Variabel Independen: Metode optimasi (data-driven vs manual)

Variabel Dependen: ACR, AMSED, AMSE, AMCE

Baseline: Parameter manual Chen & Pi (2025)

ACR β‰₯ +20%, AMSED ≀ βˆ’15%
p < 0.05 (paired t-test)

πŸ“‹ H2: Ship-Aware β†’ Akurasi Stay Detection Lebih Tinggi

Hipotesis: Personalisasi ship-aware per tipe kapal meningkatkan akurasi deteksi stay region dibandingkan parameter unified global.


Variabel Independen: Parameter ship-type-aware vs unified

Variabel Dependen: F1-score, Precision, Recall stay detection

Fokus: Tipe kapal tug & fishing (paling kompleks)

F1-score β‰₯ +10% (fishing/tug)
p < 0.05 (ANOVA)

πŸ“‹ H3: Model Mapping β†’ Generalisasi Baik Lintas Dataset

Hipotesis: Model mapping fitur kapal/wilayah generalisasi baik lintas dataset dibandingkan optimasi lokal per dataset.


Variabel Independen: Model mapping vs optimasi lokal

Variabel Dependen: ACR drop cross-dataset, Generalization gap

Evaluasi: Dataset Indonesia vs Chen & Pi (global)

ACR drop ≀ 10%
Cross-val RΒ² β‰₯ 0.8 (k=5)